12 June, 2017

Softskill 3 Manaj. Layanan Sistem Informasi Tugas 3

PERJANJIAN TINGKAT LAYANAN (SERVICE LEVEL AGREEMENT/ SLA)


Definisi

Perjanjian Tingkat Layanan (SLA) adalah bagian dari perjanjian layanan secara keseluruhan antara 2 dua entitas untuk peningkatan kinerja atau waktu pengiriman harus di perbaiki selama masa kontrak. Dua entitas tersebut biasanya dikenal sebagai penyedia layanan dan klien, dan dapat melibatkan perjanjian secara hukum karena melibatkan uang, atau kontrak lebih informal antara unit-unit bisnis internal.


SLA ini biasanya terdiri dari beberapa bagian yang mendefinisikan tanggung jawab berbagai pihak, dimana layanan tersebut bekerja dan memberikan garansi, dimana jaminan tersebut bagian dari SLA memilikitingkat harapan yang disepakati, tetapi dalam SLA mungkin terdapat tingkat ketersediaan, kemudahan layanan, kinerja, operasi atau tingkat spesifikasi untuk layanan itu sendiri. Selain itu, Perjanjian Tingkat Layanan akan menentukan target yang ideal, serta minimum yang dapat diterima. 

Aplikasi Bisnis

Dengan mengetahui hal itu, diharapkan tingkat pelayanan dan juga tingkat minimum, pelanggan dapat menggunakan layanan dengan maksimal. Hal ini juga sangat membantu jika klien adalah perantara, yang menjual kembali atau bundling dengan pelayanan yang lebih besar yang sedang dijual.

Ide menciptakan sebuah layanan yang lebih besar dari layanan yang lebih kecil hampir membutuhkan SLA dari penyedia jasa. Misalnya, untuk memiliki cakupan ponsel nasional, Anda tidak perlu untuk membangun menara dan antena di seluruh kota. Sebaliknya, Anda bisa menemukan perusahaan lokal dan daerah yang menawarkan layanan yang sama.


Kekhawatiran

Dengan efisiensi datang kemungkinan korupsi. Bila menggunakan cita-cita yang ditetapkan dalam manajemen layanan TI, menerapkan metrik untuk proses dan menjamin waktu pengiriman sangat baik untuk manajemen produk manufaktur. Tetapi ketika Anda menerapkan metodologi ini ke call center, pengkodean, atau sistem desain, kehandalan dan kreativitas menghilang dan untuk kembali dalam rangka memenuhi SLA, sehingga perusahaan tidak lagi memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan pada akhirnya.



Rincian Teknis

Penggunaan SLA telah menyebar luas dengan penggunaan layanan manajemen TI dasar seperti SMF atau ITIL. Penggunaan umum dalam manajemen layanan TI adalah sebagai call center. Pengukuran dalam kasus-kasus ini biasanya diidentifikasi sebagai:

  • ABA (Abandonment Average) : Sebuah persentase panggilan masuk, dimana panggilan lain di tahan, dan menjawab panggilan masuk yang lainnya

  • ASA (Average Speed to Answer) : Rata-rata jumlah detik yang diperlukan untuk panggilan yang harus dijawab oleh pusat layanan.

  • TSF (Time Service Factor) : Sebuah persentase panggilan dijawab dalam batas waktu tertentu, sebuah contoh yang baik adalah mengatakan 80% dalam 20 detik.

  • FCR (First Call Resolution) : Sebuah persentase panggilan masuk yang dapat diselesaikan/ dipecahkan tanpa harus menelpon pelanggan kembali atau pelanggan tidak perlu menelapon kembali untuk menyelesaikan kasus ini.

  • TAT (Turn Around Time) : Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu.

Hasil ini dicatat dan dimonitor untuk memberikan masukan kepada manajemen untuk efisiensi dan kegunaan dari personil call center dan untuk membantu mengindikasikan di mana pelatihan atau sumber daya yang lebih diperlukan.



Contoh Studi Kasus SLA pada perusahaan Jakartawebhosting.com

Service Level Agreement (SLA) / (“Kesepakatan”) perusahaan
Jakartawebhosting.com ini adalah kontrak antara individu atau kesatuan yang menggunakan layanan perusahaan (“Pelanggan”) dan Jakartawebhosting.com (“Perusahaan”) dan berlaku untuk semua Pelanggan yang menggunakan jasa dan layanan dari Perusahaan. Pelanggan harus membaca, menyetujui dan menerima semua syarat dan ketentuan yang terlampir dalam Kesepakatan ini. Perusahaan dapat mengubah Kesepakatan ini setiap saat dengan posting versi revisi disitus resminya.

     1.    Layanan
Untuk kegunaan dari Kesepakatan ini, layanan yang akan disediakan oleh
perusahaan (“Layanan”) adalah layanan yang diminta / diharapkan Pelanggan untuk disediakan oleh Perusahaan and di mana Pelanggan setuju untuk membayar berdasarkan apa yang telah dipilih / klik melalui pilihan yang ada pada website Perusahaan.

     2.    Technical Support / Dukungan Teknis
Perusahaan menyediakan dukungan teknis kepada Pelanggan dalam setup akun Pelanggan pada satu atau lebih dari satu produk dan jasa, situs dan masalah situs lainnya yang terkait dengan masalah teknis secara gratis.

     3.    Penagihan dan pertanyaan akun lain yang terkait
Semua pertanyaan tentang penagihan Perusahaan untuk jasa terkait harus dikirim melalui tiket area pelanggan pada akun yang terkait.

     4.    Peningkatan / Escalation
           Jika Pelanggan tidak puas dengan Layanan Perusahaan atau jika Pelanggan tidak                dapat mengatasi masalah teknis dalam ketentuan yang diuraikan dalam Perjanjian                ini,

     5.    Sarana Penunjang Online, Control Panel, and Manajemen Server
Pelanggan disediakan fasilitas online tertentu, dan Perusahaan mengharapkan Pelanggan menggunakan sarana-sarana penunjang yang telah disediakan untuk kepentingan dan keperluan masing-masing. Sarana-sarana penunjang ini termasuk penjelasan dan dokumentasinya tersedia pada artikel knowledge base yang ada di area pelanggan.

     6.    Ketersediaan dan Kinerja Server

           Application (Web) Server

           Mail Server
           Ketersediaan Jaringan / Koneksi
           Pemeliharaan / Maintenance Terjadwal
           Penalti Apabila Tidak Memenuhi Syarat

     7.    Kapasitas Penyimpanan Server
Setiap akun yang dialokasikan kapasitas penyimpanan pada server Perusahaan sesuai dengan paket atau opsi yang dipilih oleh Pelanggan. Kapasitas penyimpanan dapat ditingkatkan melalui fitur-fitur add-on dengan biaya tambahan sampai dengan jumlah maksimal yang diperbolehkan untuk setiap paket atau jasa, seperti yang dijelaskan pada situs Perusahaan.






0

17 May, 2017

Softskill 2 Manaj. Layanan Sistem Informasi

Membandingkan 3 Framework pada Manaj. Layanan Sistem Informasi 


1. COBIT (Control Objective for Information and related Technology)

COBIT menyediakan kebijakan yang jelas dan good practice untuk IT governance, 
membantu manajemen senior dalam memahami dan mengelola resiko-resiko yang berhubungan dengan IT. COBIT menyediakan kerangka IT governance dan petunjuk control objective yang detail untuk manajemen, pemilik proses bisnis, user dan auditor.

Cobit memiliki 4 cakupan proses :

  • Perencanaan dan organisasi (plan and organise).
  • Pengadaan dan implementasi (acquire and implement).
  • Pengantaran dan dukungan (deliver and support).
  • Pengawasan dan evaluasi (monitor and evaluate)
Kerangka kerja COBIT :


Kelebihan COBIT :
  • Efektif dan Efisien
  • Berhubungan dengan informasi yang relevan dan berkenaan dengan proses bisnis, dan sebaik mungkin informasi dikirim tepat waktu, benar, konsisten, dan berguna.
  • Rahasia
  • Proteksi terhadap informasi yang sensitif dari akses yang tidak bertanggung jawab.
  • Integritas
  • Berhubungan dengan ketepatan dan kelengkapan dari sebuah informasi. 
  • Ketersediaan
  • Berhubungan dengan tersedianya informasi ketika dibutuhkan oleh proses bisnis sekarang dan masa depan.
  • Kepatuhan Nyata
  • Berhubungan dengan penyediaan informasi yang sesuai untuk manajemen.

Kelemahan COBIT :
  • COBIT hanya memberikan panduan kendali dan tidak memberikan panduan implementasi operasional.  Dalam memenuhi kebutuhan COBIT dalam lingkungan operasional, maka perlu diadopsi berbagai framework tata kelola operasional seperti ITIL (The Information Technology Infrastructure Library) yang merupakan sebuah kerangka pengelolaan layanan TI yang terbagi ke dalam proses dan fungsi.
  • Kerumitan penerapan.  Apakah semua control objective dan detailed control objective harus diadopsi, ataukah hanya sebagian saja? Bagaimana memilihnya?
  • COBIT hanya berfokus pada kendali dan pengukuran.
  • COBIT kurang dalam memberikan panduan keamanan namun memberikan wawasan umum atas proses TI pada organisasi daripada ITIL

2. ITIL (Information Technology Infrastructure Library)

Merupakan sebuah konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi. ITIL menekankan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi dibagi menjadi 5 bagian :


Service Strategy
     Memberikan panduan kepada pengimpelemntasi bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan IT), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan.

Service Design
     Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. 

Service Transition
     Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang diubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. 

Service Operation
     Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI.

Continual Service Improvement
     Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya.

Kelebihan ITIL  : 
  • Memberi deskripsi rinci sejumlah praktik penting TI dan menyediakan daftar komprehensif tugas dan prosedur yang didalamnya setiap organisasi dapat menyesuaikan dengan kebutuhannya sendiri.
  • ITIL bukan merupakan standard yang memberikan prescription tetapi lebih kepada merekomendasikan, oleh karena itu implementasi antara satu organisasi dengan organisasi lain dapat dipastikan terdapat perbedaan. Dengan demikian kita tidak bisa membandingkan / melakukan benchmark secara pasti

Kelemahan ITIL  :
  • Kelemahan ITIL antara lain: buku-buku ITIL sulit terjangkau bagi pengguna non komersial, ITIL bersifat holistic yang mencakup semua kerangka kerja untuk tatakelola TI, pelaksanaan pedoman dalam buku ITIL memerlukan pelatihan khusus dan biaya pelatihan atau sertifikasi ITIL terlalu tinggi.

3. Six Sigma

Six Sigma disebut strategi karena terfokus pada peningkatan kepuasan pelanggan, disebut disiplin ilmu karena mengikuti model formal,yaitu DMAIC ( Define, Measure, Analyze, Improve, Control ). Kesuksesan peningkatan kualitas dan kinerja bisnis, tergantung dari kemampuan untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah. Kemampuan ini adalah hal fundamental dalam filosofi six sigma.


Define.
Define adalah fase menentukan masalah, menetapkan persyaratan-persyaratan pelanggan, dan membangun tim.

Measure.
Measure adalah fase mengukur tingkat kinerja saat ini, sebelum mengukur tingkat kinerja biasanya terlebih dahulu melakukan analisis terhadap sistem pengukuran yang digunakan.

Analyze.
Fase analisis (analyze) merupakan fase mencari dan menentukan akar atau penyebab dari suatu masalah.

Improve.
Pengembangan (Improve) adalah fase meningkatkan proses dan menghilangkan sebab-sebab cacat.

Control.
Pengendalian (Control) adalah fase mengendalikan kinerja proses (x) dan menjamin cacat tidak muncul kembali.

Kelebihan Six Sigma :
  • Six Sigma dapat diterapkan di bidang usaha apa aja mulai dari rencana  strategi sampai operasional hingga pelayanan pelanggan dilakukan secara maksimal
  • Six Sigma sangat berpotensi dalam bidang jasa atau non manufaktur, misalnya seperti bidang manajemen, keuangan, pelayanan pelanggan, pemasaran, teknologi informasi dan sebagainya.
  • Dengan Six Sigma dapat lebih memahami sistem dan dapat memonitor dimana letak kesalahannya.
  • Six Sigma sifatnya tidak statis. Bila kebutuhan pelanggan berubah, kinerja sigma juga akan berubah.

Kelemahan Six Sigma :
  • Membutuhkan biaya yang besar dan hanya perusahaan besar saja yang mampu membiayai program Six Sigma ini




0

19 April, 2017

Softskill 1 Manaj.Layanan Sistem Informasi

Proyek Menggunakan Six Sigma dan Konsep Bersandar di internal LogistikProyek Menggunakan Six Sigma dan Konsep Bersandar di internal Logistik


Six Sigma, adalah subyek kunci untuk mengurangi kegiatan nilai non tambah dan meningkatkan proses intrinsik dalam rantai pasokan dari sebuah organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabel yang mempengaruhi kualitas dan kinerja proses pasokan bahan baku di seluruh studi kasus untuk mengusulkan perbaikan untuk mengurangi jumlah cacat proses dan juga untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, penggunaan Six Sigma juga untuk membantu identifikasi variabel-variabel yang mempengaruhi proses penyediaan bahan baku dan definisi dari tindakan perbaikan untuk pengurangan cacat lebih efisien dan efektif.

Berikut saya akan menjelaskan tentang kritis sastra dan membahas topik yang relevan dengan studi seperti Logistik, Lean Manufacturing dan Six Sigma.

      A.      LOGISTIK

Bidang logistik merupakan proses dimana semua proses yang dibutuhkan untuk proses pengeriman produk terhadap konsumen, kecuali yang berhubungan dengan konsepsi  produk. Loistik juga berfungsi untuk mengatur arus informasi intrinsik terhadap bahan seperti operasi transaksi, peramalan, perencanaan produksi. 
produksi dan kualitas. Proses perbaikan terus-menerus tidak boleh diasumsikan terbatas tetapi sebagai sesuatu yang harus terus-menerus diperbarui. Selain itu menurut penulis ini, perusahaan menggunakan proses perbaikan yang terus menerus fokus pada pencapaian beberapa perubahan skala kecil, menciptakan efek kumulatif besar.
Ada banyak metodologi dan alat yang digunakan untuk tujuan konsep ini berhasil dicapai. Di antara yang paling penting dan paling banyak digunakan saat ini adalah: Kaizen, Six Sigma, 8D, PDCA Cycle (Caesar dan Neto, 2009).

     B.      RAMPING

Kebutuhan perusahaan untuk perbaikan konstan dan evolusi mengarah ke pencarian alat manajemen dan metode untuk mendorong pengembangan layanan pelanggan dan mengurangi biaya untuk semua proses yang terkait. 
Tujuan dari manajemen Lean untuk meningkatkan kinerja organisasi industri, berikut dua pedoman: penghapusan semua limbah hadir dalam semua proses dari suatu organisasi dan penempatan manusia di tengah proses, mengambil keuntungan dari kapasitas mereka di semua tingkatan.

      C.      SIX SIGMA

Six Sigma adalah metodologi untuk mengurangi jumlah cacat produk dan untuk mencapai keunggulan organisasi. Ini membantu organisasi untuk mencapai keunggulan kompetitif metodologi ini terstruktur dengan teknik berdasarkan statistik-sistematis konsep-konsep lain seperti analisis keuangan dan perencanaan proyek. Untuk sistematisasi penerapan metodologi ini dalam proses perbaikan sering digunakan metode formal.
Metode ini adalah loop tertutup yang memungkinkan untuk penghapusan fase-fase tertentu dari proses (orang-orang dengan tidak ada nilai tambah pada produk atau layanan) dan memungkinkan konsentrasi pada metrik baru dan penerapan teknologi yang berbeda untuk perbaikan terus-menerus. 
Ada banyak kemungkinan pelaksanaan proyek Six Sigma di sektor jasa. Tetapi penting untuk secara ketat mendefinisikan karakteristik dari proses yang akan diukur, untuk memastikan bahwa itu adalah penting untuk kepuasan pelanggan dan untuk tingkat kualitas pelayanan. 

Konteks proyek yang menerapkan Six Sigma dalam pelaksanaannya


       Implementasi praktis metodologi Six Sigma dalam proses penyediaan bahan baku untuk lini perakitan akhir di sebuah pemasok tingkat pertama dari industri otomotif yang terutama menghasilkan produk multimedia. Ini dikembangkan di salah satu bagian IL, perusahaan ini yang bertanggung jawab untuk aliran internal keseluruhan bahan di pabrik, termasuk penerimaan bahan, penyimpanan bahan baku dan produk jadi, supermarket, pasokan bahan baku untuk lini produksi ( PL) dan pengiriman produk jadi.

Peningkatan proyek Dibahan  Penawaran Untuk Lines Produksi


        Tujuan utama dari proyek ini difokuskan pada pengembangan tindakan perbaikan yang secara langsung mempengaruhi indikator kinerja dari proses penyediaan material, berdasarkan penerapan Six Sigma dan konsep lean (identifikasi, pengukuran dan analisis kesalahan dan kegagalan dan pelaksanaan tindakan perbaikan yang paling cocok untuk realitas masala

Berikut saya akan menjelaskan tahap tahap dalam penerapan Six Sigma dan konssep lean :


 A.      TAHAP DEFINISI

       Pada fase ini memungkinkan definisi dari masalah mendasar dan berdasarkan informasi yang diidentifikasi dan didefinisikan informasi dan persyaratan dalam rangka untuk memulai proyek tersebut. Hal itu perlu untuk menentukan tim, memahami masalah yang diteliti, memahami proses yang melekat masalah dan set tujuan. 
Indikator kinerja (PI) di wilayah logistik internal (IL) adalah kepatuhan terhadap siklus pengiriman. Salah satu kinerja indikator (PI) dari IL untuk mengukur kepuasan pelanggan adalah kualitas layanan pasokan. Hasil saat ini KPI ini tidak dalam target yang ditetapkan oleh manajemen yang diperlukan untuk campur tangan dalam rangka mencapai tujuan strategis.
      

      B.      PENGUKURAN TAHAP

       Tujuan dari tahap ini adalah untuk memahami secara rinci keadaan saat ini proses dan mengumpulkan data yang dapat diandalkan pada kinerja, stabilitas dan biaya yang terkait dengan penyebab masalah. 
Kegiatan tahap ini mengidentifikasi penting untuk karakteristik kualitas dan mengukur kinerja proses. Ini dilakukan stratifikasi masalah untuk mendapatkan perbedaan penyebab potensial. Data dikelompokkan berdasarkan kategori kejadian.

Hambatan produksi didalam IL (Internal Logistik) dibagi menjadi tiga macam yaitu :
1.      Keterlambatan pasokan.
2.      Kegagalan pasokan.
3.      Kesalahan pasokan.

      C.      TAHAP ANALISIS

          Pada fase ini data yang diukur dianalisis secara rinci untuk memungkinkan mengidentifikasi akar penyebab masalah. Ini memungkinkan memahami beberapa faktor dan variabel proses dengan potensi kesalahan dan karena itu potentiating terjadinya kegagalan dalam proses supply. Potensi penyebab kegagalan dari proses supply dipetakan menggunakan diagram sebab-akibat. Alat ini memungkinkan pengelompokan penyebab menjadi lima kelompok: 
1.      Metode. 
2.      Mesin 
3.      Tenaga kerja. 
4.      Lingkungan. 
5.      Material.  
Dapat disimpulkan bahwa penyebab yang berkontribusi paling untuk masalah secara langsung berhubungan dengan metode kerja yang digunakan dalam proses penyediaan dan faktor manusia.

      D.     TAHAP PERBAIKAN

        Pada tahap ini proyek, dan mempertimbangkan hasil dalam tahap analisis, solusi dikembangkan dan diimplementasikan untuk mengurangi atau jika mungkin untuk menghilangkan penyebab yang berkontribusi terhadap cacat dalam proses penyediaan material, sambil meningkatkan efisiensi proses.
      

      E.      TAHAP KONTROL

       Tindakan perbaikan perlu dipantau untuk menilai efektivitas tindakan, untuk mempertahankan manfaat dari waktu ke waktu dan untuk memastikan stabilisasi proses dan untuk memverifikasi efektivitas perbaikan tingkat sigma lagi diukur dan hasilnya dibandingkan dengan data awal, 

contoh :
tingkat sigma yang dihasilkan 4,97 (375 cacat pada 1.444.949 produk), atau DPMO sebesar 260. Hal ini terkait dengan pengurangan pada DPMO dari 80,7% yang lebih tinggi dari nilai awalnya ditetapkan sebagai target (pengurangan 50% dari DPMO). Dapat dikatakan bahwa tindakan yang diambil berhasil karena tujuan proyek berhasil

Referensi :


0

11 January, 2017

TUGAS 4 : Trend SI/TI Dalam Bidang Kesehatan

A.   PERKEMBANGAN
Perkembangan teknologi telah merubah bagaimana cara kita hidup dan bekerja. Perkembangan teknologi informasi dunia yang begitu pesat sekarang ini telah merambah ke berbagai sektor. Seiring dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, kita juga dituntut untuk dapat memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut. Salah satu cara memanfaatkan perkembangan teknologi informasi adalah penggunaan komputer di berbagai bidang kehidupan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh lembaga penelitian Nielsen pada Agustus 2009, 276.9 juta orang menggunakan e-mail di seluruh Amerika, beberapa negara Eropa, Australia, dan Brazil, meningkat hingga 20 percent dibandingkan tahun 2008. Para pekerja, ibu rumah tangga, manajer, dan para remaja menggunakan internet untuk mengirim email, menelusuri internet, mencari data, bersosialisasi, bahkan bermain games.
Penggunaan komputer saat ini sudah mempengaruhi hampir di seluruh aspek kehidupan. Komputer merupakan perangkat elektronik yang tidak lagi asing bagi masyarakat dunia. Saat ini hampir seluruh bidang pekerjaan menggunakan komputer untuk membantu seseorang dalam pekerjaannya. Disisi lain kita menyadari bahwa teknologi komputer merupakan salah satu alat penting dalam peradaban manusia khususnya pada era globalisasi sekarang ini.


     B.   PERANAN DAN PENERAPAN KOMPUTER DALAM BIDANG                            KESEHATAN
Dalam bidang kesehatan, komputer sangat berperan penting. Penggunaan komputer dalam bidang kesehatan tidak hanya akan dirasakan manfaatnya oleh para penggunanya, tetapi juga oleh organisasi tersebut, dalam hal ini misalnya rumah sakit, puskesmas, klinik, dan lain sebagainya.
§  Bidang administrasi
Dengan adanya komputer di dalam dunia administrasi sangat membantu di dalam penyimpanan, pengelompokan, dan pengolahan data. Tanpa komputer, akan sangat sulit sekali untuk memeriksa banyaknya data – data pasien, stok obat, dan data – data lainnya yang dimiliki oleh rumah sakit. Namun dengan adanya komputer, memeriksa data – data pasien, stok obat dan juga data keuangan rumah sakit akan mudah dan praktis untuk dilakukan. Dengan adanya penggunaan komputer dan sistem – sistem yang canggih di dalamnya sangat mempermudah jalannya suatu sistem di rumah sakit tersebut.
§  Bidang farmasi
Dalam bidang obat – obatan komputer juga berperan sangat penting dalam farmasi, misalnya untuk merecord resep dan dosis, serta menyimpan data harga obat – obatan tersebut. Selain itu, dengan adanya komputer dalam bidang farmasi juga membantu untuk mengelompokkan macam-macam obat berdasarkan kegunaannya, misalnya Panadol, Feminax, Ponstan adalah obat penahan rasa sakit.
§  Mendiagnosa suatu penyakit
Dengan adanya komputer DNA yang sudah di rancang khusus di dalam bidang kesehatan mendiagnosa suatu penyakit bukan hal yang sulit lagi, karena dengan menggunakan komputer akan lebih cepat, mudah dan akurat untuk mengetahui nama dan jenis suatu penyakit.
§  Memonitoring status pasien
Pasien yang sudah pernah datang atau baru pertama kali berobat akan dengan mudah dilacak. Data – data personal pasien juga dengan mudah dilihat. Selain itu, dokter ataupun perawat dapat melihat rekaman hasil periksa, keluhan dan riwayat penyakit sebelumnya yang pernah diderita oleh si pasien, tanggal kedatangan pasien terakhir kali berobat, record resep yang pernah diberikan, dan masih banyak lagi.
§  Penelitian
Penelitian ilmiah yang sering dilakukan dalam bidang kesehatan sangatlah bergantung pada penggunaan komputer. Penggunaan komputer dapat memaksimalkan hasil penelitian, karena dengan adanya komputer penelitian itu dapat di telusuri lebih dalam dan lebih detail. Misalnya penelitian untuk mendeteksi bakteri atau virus baru, pendeteksian DNA, dan lain sebagainya.
§  Melihat dan menganalisa organ – organ tubuh bagian dalam manusia
Untuk dapat melihat organ tubuh bagian dalam manusia telah ditemukan begitu banyak alat canggih, namun hampir seluruh alat tersebut masih bergantung pada perangkat komputer sebagai sarana untuk penyaluran data ataupun gambarnya. Oleh karenanya, komputer memiliki peranan yang vital juga dalam melihat dan menganalisa organ – organ tubuh manusia tersebut.
     C.   MANFAAT PENERAPAN KOMPUTER DALAM BIDANG KESEHATAN

      Seperti yang telah dijabarkan di atas, peranan dan aplikasi komputer dalam bidang kesehatan sangatlah banyak. Komputer secara tidak langsung telah membantu manusia untuk mengetahui penyakit yang dideritanya hingga sampai pada tahap penyembuhan.
Sebagai kesimpulannya, manfaat dari penerapan komputer dalam bidang kesehatan di tiap-tiap aplikasinya antara lain sebagai berikut :
§  Mendiagnosa suatu penyakit dan menentukan obat yang cocok
§  Melihat dan menganalisa organ – organ tubuh bagian dalam manusia
§  Memonitoring status pasien, merecord data pribadi pasien dan riwayat penyakit pasien
§  Melakukan penelitian ilmiah yang diperlukan
§  Memasukkan, menyimpan, menggelompokkan dan mengolah data – data secara cepat dan mudah
§  Mendeteksi DNA seseorang
§  Mengecek dan mengethaui hasil tes darah di laboratorium
§  Sebagai alat Bantu dalam pemeriksaan medis



    D.   SISTEM E-HEALTH


Pengertian
        Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat, sehingga mendorong adanya inovasi dan perubahan yang melibatkan eksperimen dalam berbagai bidang, termasuk bidang kesehatan yang menerapkan penggunaan computer dalam kegiatannya atau yang biasa dikenal dengan istilah E-Health.
E-Health atau Electronic Health adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi termasuk pula elektronika, telekomunikasi, computer dan informatika untuk memproses berbagai jenis informasi kedokteran, guna melaksanakan pelayanan klinis (diagnose atau terapi), adaministrasi serta pendidikan. Dalam E-health factor jarak tidak dipersoalkan karena semua kegiatannya di lakukan melalui koneksi data dan secara realtime.

Diagram Sederhana System E-Health
        Secara sederhana sistem E-Health terdiri atas sejumlah “Stasiun Medis” yang satu sama lain dihubungkan dalam suatu jaringan (Network). Suatu stasiun medis sendiri dapat terdiri atas :
1.     Komputer dengan perangkat lunak di dalamnya
2.     Sebuah perangkat antar-muka pasien
3.     Sejumlah instrument biomedika (tergantung keperluan)
4.     Sebuah perangkat antar-muka pengguna (berikut alat input output yang digunakan)
5.     Jaringan dan perangkat telekomunikasi yang tersedia.
Pada dasarnya setiap stasiun medis dapat berhubungan dengan stasiun medis lainnya secara
1.     Real-time (secara sinkron), contohnya saat telekonsultasi antara dokter umum dan dokter spesialis mengenai kasus darurat seorang pasien.
2.     Store and forward, pengiriman informasi dan pembacaannya tidak pada saat yang sama, contohnya dalam penyampaian singkat jumlah rekapitulasi jumlah pasien di suatu puskesmas selama sebulan beserta informasi penting secara singkat.
Maanfaat dan Kendala Dari Penggunaan Sistem E-Health.
        Sistem E-Health ini begitu bermanfaat bagi dunia kesehatan dan kedokteran saat ini, dikarenakan untuk mengimbangi tingginya aktivitas dan penyampaian informasi secara detail dan cepat memang memerlukan penerapan suatu teknologi berbasis komputerisasi, berikut manfaat lain dari penerapan sistem E-Health dalam dunia kedokteran :
1.     Peningkatan efisiensi atau penurunan biaya.
2.     Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
3.     Pembuktian diagnose melalui evaluasi ilmiah
4.     Pemberdayaan pasien dan konsumen
5.     Mendorong terjadinya hubungan yang lebih baik antara pasien dan tenaga kesehatan
6.     Pendidikan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat
7.     Mendorong tumbuhnya komunikasi dan pertukaran informasi antar lembaga pelayanan kesehatan
8.     Perluasan ruang lingkup pelayanan kesehatan.
Dalam pelaksanaan sistem ini perlu dilakukan control pada beberapa masalah atau potensi masalah yang pasti akan timbul saat penerapannya sehingga dapat berjalan dengan baik dan terencana. Berikut masalah yang perlu di atasi :
1.     Kesiapan sumberdaya manusia
2.     Kesiapan organisasi yang terlibat
3.     Budaya kerja
4.     Perkembangan teknologi dan ketersediaan infrastruktur
5.     Masalah birokrasi
6.     Hubungan antara konsumen dan tenaga kesehatan
 Contoh Penerapan E-Health Pada Dunia Kesehatan.

4.1 Sistem Resep Elektronik
        Merupakan sistem komputerisasi penulisan resep obat yang juga dikenal dengan E-Prescription, dimana pada sistem ini dokter menuliskan dan mengirimkan resep kepada bagian farmasi/apotek menggunakan media elektronik menggantikan tulisan tangan dan penggunaan media kertas.
Sistem ini dibuat untuk menghindari terjadinya ROM (Reaksi Obat Merugikan) yang biasa disebabkan oleh adanya kesalahan pemakaian obat selama dalam penanganan tenaga kesehatan, yang sebenarnya hal ini dapat dicegah apabila dilakukan dengan lebih teliti dan hati-hati.
Kesalahan tersebut dapat dibagi dalam 4 fase :
1.     Fase penulisan resep
2.     Fase pembacaan resep
3.     Fase penyiapan hingga penyerahan resep oleh petugas apotek

4.     Fase penggunaan obat oleh pasien 

     E.  BIOINFORMATIKA

        Bioinformatika adalah salah satu cabang baru ilmu biologi yang merupakan perpaduan antara biologi dan teknologi informasi. Menurut Durso (1997) bioinformatika adalah manajemen dan analisis informasi biologis yang disimpan dalam database.
Ilmu ini mengajarkan aplikasi, analisis, dan mengorganisir miliaran bit informasi genetik dalam sel mahluk hidup. Studi bioinformatika terutama didukung uleh studi genomik, biologi komputasi, dan teknologi komputer. Menurut Roderick (lihat Hieter & Boguski, 1997), genomik adalah studi yang berhubungan dengan pemetaan, sekuen, dan analisis genom. Walaupun belum jelas, secara umum Genomik bisa diartikan sebagai penggunaan informasi genom secara sistematis, dengan data eksperimental baru untuk menjawab permasalahan biologis, medis, maupun industri (Jordan, 1999).
Bioinformatika sendiri mencakup kajian yang lebih mendalam dari genomik. Dalam studi bioinformatika digunakan komputer yang mampu menyimpan data dalam jumlah yang sangat banyak dan didukung berbagai macam software untuk menganalisis jutaan data yang berasal dari mahluk hidup.
F.   MANFAAT MEDIA
·         Bidang Sosial
Dalam bidang ini banyak menyita perhatian masyarakat misalnya saja berbagai macam jejaring sosial yang sekarang di minati masyarakat seperti facebook, twitter, skype, yahoo messenger, my space, hello dll. Dengan menggunakan jejaring sosial ini dengan mudah dapat menjalin komunikasid dengan semua user dibelahan dunia manapun.
·         Bidang Industri/Dagang
Dalam bidang ini memudahkan bagi siapa pun yang ingin menawarkan/mempromosikan produk tertentu sehingga tidak susah susah untuk membuka toko dan promosi langsung didepan konsumen, melalui new media pedagang dapat mempromosikan produk nya melalui membuka online shop, bisa melalui facebook, twitter atau kaskus.
·         Bidang Pendidikan
Dalam bidang ini sangat memudahkan bagi pelajar maupun pengajar dalam mendapatkan materi yang di inginkan. Bisa melalui search engine kita bisa mendapatkan segala informasi, atau dengan fasilitas E-book, fasilitas email juga bisa membantu dalan proses mengerjakan tugas atau saling tukar informasi.
·         Bidang Lowongan Kerja
Dalam bidang ini bagi yang ingin mencari pekerjaan cukup searching di internet lalu mendaftar secara online bahkan bisa mengikuti tes masuk secara online juga, tidak perlu lagi susah payah datang dari kantor ke kantor.
G.   TANTANGAN NEW MEDIA
        Sejarah panjang perjalanan media massa di dunia mencatat, tantangan media massa dari zaman ke zaman mengalami pasang surut. Bagaiman kita mengetahui dalam abad pertengahan di Eropa, kehidupan media terkungkung oleh kekuasaan pemerintah monarki yang absolut. Abad 16 adalah abad kegelapan, dimana kekuasaan tentang kebenaran hanya di miliki oleh segelintir orang bijaksana, dan media harus mejadi corong-corong kekuasaan absolut tanpa kritik ( Authoritarian Theory ). Teori pers otoriter ini berinkarnasi pasca revolusi Oktober 1917 di Uni Soviet dengan kemasan yang berbeda tapi dengan isi yang sama. Akarnya adalah kekuasaan yang otoriter dalam bentuk partai Komunis. Pers harus melayani dan menjadi alat kekuasaan partai tanpa kebebasan.
Di Indonesia, media massa jaman Orde Lama sewaktu Presiden Soekarno berkuasa, kehidupan pers kita tumbuh didalam kungkungan sistem pers otoriter yang terselubung. Berita tidak lagi semata-mata menarik, tetapi harus memiliki tujuan yang sejalan dengan cita-cita bangsa untuk menyelesaikan revolusi nasional. Di samping diberlakukanya lembaga SIT ( Surat Izin Tjetak ), pembredelan dan pembrangusan terus berjalan terhadap penerbitan-penerbitan pers yang tidak sejalan dengan politik pemerintah. Selama sistem demokrasi terpimpin dibawah kekuasaan Soekarno, kebebasan pers benar-benar terpasung. Kebebasan pers hanya merupakan angan-angan, setiap harinya surat kabar hanya memuat pidato-pidato para pejabat. Politik seakan-akan wilayah yang hanya boleh dijamah dengan kepala tertunduk. Jika suatu berita politik dianggap tidak menguntungkan pemerintah, bisa saja berita tersebut dikategorikan sebagai anti revolusi, mengancam keselamatan negara, atau subversif.

     H.   ELEMEN MEDIA
1.     Komunikator
Komunikator di sini meliputi jaringan, stasiun lokal, direktur, dan staf teknis yang berkaitan dengan sebuah acara televisi. Jadi, komunikator merupakan gabungan dari berbagai individu dalam sebuah lembaga media massa. Dalam sebuah media cetak yang namanya komunikator antara lain reporter, copyeditor, fotografer, dan yang lain yang sedikit banyak ikut menentukan proses penyiaran. Individu bisa menjadi kekuatan dominan, tetapi tim khusus, sejumlah staf ahli merupakan komunikator dalam komunikasi massa.
Dengan demikian, komunikator dalam media massa bukan individu, tetapi sekumpulan orang yang bekerja sama satu sama lain. Ada beberapa karakteristik yang dimiliki oleh komunikator dalam komunikasi massa. Hiebert, Ungurait, dan Bohn (HUB) pernah mengemukakan setidak-tidaknya lima karakteristik:

·         Daya saing (competitiveness),
·         Ukuran dan kompleksitas (size and complexity),
·         Industrialisasi (industrialization),
·         Spesalisasi (specialization),
·         Perwakilan (representation).
2.     Isi
Masing-masing media massa mempunyai kebijakan sendiri-sendiri dalam pengelolaan isinya. Sebab, masing-masing media melayani masyarakat yang beragam juga menyangkut individu atau kelompok sosial. Bagi Ray Eldon Hiebert dkk (1985) isi media setidak-tidaknya bisa dibagi ke dalam lima kategori yakni:

·         Berita dan informasi,
·         Analisis dan interpretasi,
·         Pendidikan dan sosialisasi,
·         Hubungan masyarakat dan persuasi,
·         Iklan dan bentuk penjualan lain,
·         Hiburan.
3.     Audience
Audience yang dimaksud dalam komunikasi massa sangat beragam, dari jutaan penonton televisi, ribuan pembaca buku, majalah, koran atau jurnal ilmiah. Masing-masing audience berbeda satu sama lain di antaranya dalam hal berpakaian, berpikir, menanggapi pesan yang diterimanya, pengalaman, dan orientasi hidupnya. Akan tetapi, masing-masing individu bisa saling mereaksi pesan yang diterimanya.
Menurut Hiebert dan kawan-kawan, audience dalam komunikasi massa setidak-tidaknya mempunyai lima karakteristik sebagai berikut:

·         Audience cenderung berisi individu-individu yang condong untuk berbagi pengalaman dan dipengaruhi oleh hubungan sosial di antara mereka. Individu-individu tersebut memilih produk media yang mereka gunakan berdasarkan seleksi kesadaran.
·         Audience cenderung besar. Besar disini berarti tersebar ke berbagai wilayah jangkauan sasaran komunikasi massa.
·         Audience cenderung heterogen. Mereka berasal dari berbagai lapisan dan kategori sosial. Beberapa media tertentu mempunyai sasaran, tetapi heterogenitasnya juga tetap ada.
·         Audience cenderung anonim, yakni tidak mengenal satu sama lain.
·         Audience secara fisik dipisahkan dari komunikator.
4.     Umpan Balik
Ada dua umpan balik (feedback) dalam komunikasi, yakni umpan balik langsung (immediated feedback) dan tidak langsung (delayed feedback). Umpan balik langsung terjadi jika komunikator dan komunikan berhadapan langsung atau ada kemungkinan bisa berbicara langsung. Umpan balik secara tidak langsung, misalnya bisa ditunjukkan dalam letter to the editor/surat pembaca/pembaca menulis.
Umpan balik merupakan bahan yang direfleksikan kepada sumber/komunikan stelah dipertimbangkan dalam waktu tertentu sebelum dikirimkan. Jadi, komunikan memberikan reaksi kepada komunikator dalam jangka waktu tertentu dan tidak langsung seperti dalam komunikasi tatap muka. Bahkan bisa dikatakan, umpan balik tidak langsung merupakan ciri asli yang dimiliki komunikasi massa.
5.     Gangguan
1.     Gangguan Saluran
Gangguan dalam saluran komunikasi massa biasanya selalu ada. Di dalam media gangguan berupa sesuatu hal, seperti kesalahan cetak, kata yang hilang, atau paragraf yang dihilangkan dari surat kabar. Gangguan juga bisa disebabkan oleh faktor luar. Misalnya, sepanjang menonton acara televisi atau membaca koran ada dua pasang anak-anak yang sedang berkelahi. Instrupsi orang lain ketika kita membaca majalah juga termasuk gangguan.
Salah satu solusi untuk mengatasi adanya gangguan terhadap saluran (misalnya) adalah pengulangan cara yang disajikan. Cara lain untuk mengatasi gangguan adalah dengan mempertajam saluran komunikasi massa. Misalnya, menghindari munculnya gangguan gelombang pada radio dengan meningkatkan kulitas teknologi yang digunakannya, memperpanjang daya hidup baterai, mengoreksi secara detail kesalahan cetak paragraf pada surat kabar sebelum dicetak atau membersihkan kotoran pada layar televisi.
1.     Gangguan Semantik
Semantik bisa diartikan sebagai ilmu bahasa yang mempelajari tentang tata kalimat. Oleh karena itu, gangguan semantik berarti gangguan yang berhubungan dengan bahasa. Gangguan semantik lebih rumit, kompleks, dan sering kali muncul. Bisa dikatakan, gangguan semantik adalah gangguan dalam proses komunikasi yang diakibatkan oleh pengirim atau penerima pesan itu sendiri.
Di dalam komunikasi antarpersona, kita telah mengetahui gangguan semantik seperti kendala bahasa, perbedaan pendidikan, status sosial ekonomi, tempat tinggal, jabatan, umur, pengalaman, dan minat. Hambatan semantik dalam komunikasi massa berbeda, baik secara kuantitatif maupun kualitatif dari hambatan yang terjadi pada komunikasi antar pesona.
6.     Gatekeeper
Istilah gatekeeper ini pertama kali dikenalkan oleh Kurt Lewin dalam bukunya Human Relations (1947), seorang ahli psikologi dari Australia pada tahun 1947. Kata tersebut merupakan sebuah istilah yang berasal dari lapangan sosiologi, tetapi kemudian digunakan dalam lapangan penelitian komunikasi massa.
Di dalam komunikasi massa dengan salah satu elemennya adalah informasi, mereka yang bertugas untuk memengaruhi informasi itu (dalam media massa) bisa disebut dengangatekeeper. Hal itu juga bisa dikatakan, gatekeeper lah yang memberi izin bagi tersebarnya sebuah berita.
Secara umum, peran gatekeeper sering dihubungkan dengan berita, khususnya surat kabar. Editor sering melaksanakan fungsi sebagai gatekeeper ini. Mereka menentukan apa yang dibutuhkan khalayak atau sedikitnya menyediakan bahan bacaan untuk pembacanya. Seoranggatekeeper bisa juga seorang produser film yang mengedit gambar dari gambar aslinya, menyensor, dan sekaligus mana bagian yang tidak sesuai.
7.     Pengatur
Yang dimaksud pengatur dalam media massa adalah mereka yang secara tidak langsung ikut memengaruhi proses aliran pesan media massa. Pengatur ini tidak berasal dari dalam media tersebut, tetapi diluar media. Namun demikian, meskipun diluar media massa, kelompok itu bisa ikut menentukan kebijakan redaksional. Pengatur tersebut antar lain pengadilan, pemerintah, konsumen, organisasi professional, dan sekelompok penekan, termasuk narasumber, dan pengiklanan. Semua itu berfungsi sebagai pengatur.
Pengatur bukanlah gatekeeper. Wilayah gatekeeper di dalam memengaruhi secara langsung kebijakan media. Sementara itu, pengatur itu di luar media biasanya masyarakat atau pemerintah, tetapi secara tidak langsung ikut memengaruhi kebijakan media.
8.     Filter
Filter adalah kerangka pikir melalui mana audience menerima pesan. Filter ibarat sebuah bingkai kacamat tempat audience bisa melihat dunia. Hal ini berarti dunia riil yang diterima dalam memori sangat tergantung dari bingkai tersebut. Ada beberapa filter, antara lain fisik, psikologi, budaya, dan yang berkaitan dengan informasi.
Filter dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
·         Filter psikologi,
·         Filter fisik,
·         Filter budaya (warisan budaya, pendidikan, pengalaman kerja, sejarah politik.
Semua filter tersebut akan memengaruhi kuantitas atau kualitas pesan yang diterima dan respons yang dihasilkan. Sementara itu, audience memiliki perbedaan filter satu sama lain (Hiebert, Ungurait, dan Bohn 1985).
A.   CONTOH KASUS SEO (SEARCH ENGINE GOOGLE)
Perusahaan Eceran yang Menjual Asesoris Kamera: Perusahaanyang bernama DCProDirect berhasil menaikkan pendapatannya hingga 24 persen dalam waktu enam bulan melalui SEO, yaitu dengan menggunakan pelayanan yang disebut Inceptor. “Suatu perusahaan teknologi yang spesialisnya membantu perusahaan eceran untuk memasukkan ribuan dari Stock Keeping Units-nya agar terdaftar di situs pencari,” demikian kata Marketing Sherpa. Tantangannya adalah bagaimana melakukan ekspansi pemasaran ke dunia internet tanpa meningkatkan biaya untuk mengonversi prospek menjadi customer. Selanjutnya, perusahaan ini membandingkan tiga strategi pemasaran online, yaitu: iklan banner, direct mail dan SEO. Sebelum melakukan SEO, data pada log file  hanya akan menunjukkan 4 persen dari para pengunjung yang berasal dari situs pencari, lalu akhirnya hanya memberikan kontribusi penjualan kurang dari 1 persen. Setelah itu, dalam waktu enam bulan setelah melakukan SEO, meningkat 24 persen dari penjualan online DCProDirect yang berasal dari para pengunjung yang datang dari situs pencari. Berdasarkan perbandingan tida media promosi, yaitu iklan banner, direct mail, dan SEO perusahaan tersebut mendapati bahwa SEO telah memberikan rasio penjual yang lebih tinggi secara dramatis.

0