01 December, 2017

Metode Blind Search & Heuristic


Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan apa itu Metode Pencarian Buta (Blind Search) dan Metode Pencarian Heuristik. Di dalam Metode Blind Search saya akan menjelaskan 2 metode yaitu Breadth Frist Search (BFS) dan Depth Frist Search (DFS) dan Metode Heuristic terdapat 2 metode yaitu Generate nad Test dan Hill Climbing.


METODE BLIND SEARCH


Blind Searching adalah model pencarian buta atau pencarian yang tidak memiliki informasi awal, model pencarian ini memiliki tiga ciri-ciri utama yaitu :
  1. Membangkitkan simpul berdasarkan urutan 
  2. Kalau ada solusi maka solusi akan ditemukan
  3. Hanya memiliki informasi tentang node yang telah terbuka (node selanjutnya tidak diketahui)


Breadth Frist Search


metode pencarian yang bertujuan untuk memperluas dan memeriksa semua simpul pada graph atau urutan kombinasi dengan pencarian secara sistematis melalui setiap solusi.



Contoh :

Implementasi Breadth Frist Search pada java contoh penerapan BFS untuk pencarian jalur terpendek ialah jalur terpendek pada game Maze





Game Maze adalah game yang mengharuskan user untuk menemukan jalan keluar dan melewati banyak halangan dari sebuah ruang yang mirip labirin. Ketika program dijalankan sistem akan otomatis mencari rute terpendek panjang rute akan dituliskan dalam bentuk angka disetiap kotak.

Deapth Frist Search


Proses searching sistematis buta yang melakukan  ekpansi sebuah path (jalur) menuju penyelesaian masalah sebelum melakukan ekplorasi terhadap path yang lain. Proses searching mengikuti sebuah path tunggal sampai menemukan goal atau dead end.

contoh :
Studi Kasus : Pada suatu hari ada seorang petani yang mempunyai seekor kambing dan serigala.Pada saat itu ia baru saja panen sayuran. Karena membutuhkan uang, petani tersebut hendak menjual kambing, serigala, dan sayurannya ke pasar Johar. Untuk sampai di pasar Johar, ia harus menyeberangi sebuah sungai.
Permasalahannya : adalah di sungai itu hanya tersedia satu perahu saja yang bisa memuat petani dan satu penumpang lainnya (kambing, srigala, atau sayuran). Jika ditinggalkan oleh petani tersebut, maka sayuran akan dimakan oleh kambing dan kambing akan dimakan oleh serigala.
Deskripsi
·         P = Petani
·         Sy = Sayuran
·         K = Kambing
·         Sg = Serigala
 Ruang Keadaan
·         Untuk daerah asal dan daerah seberang digambarkan. (P, Sy, K, Sg)

Keadaan Awal
·         Daerah Asal = (P, Sy, K, Sg)
·         Daerah seberang = (0, 0, 0, 0)

Tujuan
·         Daerah Asal = (0, 0, 0, 0)
·         Daerah seberang = (P, Sy, K, Sg)
  1. Masukkan simpul akar ke dalam antrian Q. Jika simpul akar = simpul solusi, maka stop.
  2. Jika Q kosong, tidak ada solusi. Stop.
  3. Ambil simpul v dari kepala (head) antrian. Jika kedalaman simpul v sama dengan batas kedalaman maksimum, kembali ke langkah 2
  4. Bangkitkan semua anak dari simpul v. Jika v tidak mempunyai anak lagi, kembali ke langkah 2. Tempatkan semua anak dari v di awal antrian Q. Jika anak dari simpul v adalah simpul tujuan, berarti solusi telah ditemukan, kalau tidak, kembali lagi ke langkah 2.



METODE HEURISTIC


Merupakan metode pencarian yang memperhatikan nilai perkiraan teknik ini merupakan suatu strategi untuk melakukan proses pencarian ruang keadaan suatu problema secara selektif. Didalam metode heuristic searching dibagi menjadi dua metode yaitu :

Generate and  Test


Merupakan pendekatan yang paling sederhana dari semua pendekatan yang akan dibicarakan, Jika pembuatan solusi yang dimungkinkan dapat melakukan secara sistematis maka prosedur ini akan dapat segera menemukan solusinya. Namun jika ruang problema sangat besar  maka proses akan membutujkan waktu yang lama.

Contoh : Travelling Salesman Problem(TSP)
Seorang salesman ingin mengunjungi n Kota. Jarak antara tiap-tiap kota sudah diketahui. Kita ingin mengetahui rute terpendek dimana setiap kota hanya boleh dikunjungi tepat 1 kali. Misalkan ada 4 kota dengan jarak antara tiap-tiap kota seperti berikut :

Pencarian ke-
Lintasan
Panjang Lintasan
Lintasan terpilih
Panjang Lintasan terpilih
1
ABCD
19
ABCD
19
2
ABDC
18
ABDC
18
3
ACBD
12
ACBD
12
4
ACDB
13
ACBD
12
5
ADBC
16
ACBD
12
Dst…..


Hill Climbing


Merupkan salah satu variasi metode dimana umpan balik yang berasal dari prosedur digunakan untuk memutuskan arah gerak dalam ruang pencarian. Tes yang berupa fungsi heursistic ini akan menunjukkan seberapa baiknya nilai terkaan yang diambil terhadap keadaan-keadaan lain yang mungkin.

Contoh : TSP dengan Simple Hill Climbing disini ruang keadaan berisi  semua kemungkinan lintasan yang mungkin. Operator digunakan untuk menukar posisi kota-kota yang bersebelahan. Apabila ada n kota, maka kita akan mendapatan sebanyak n!/2!(n-2)! Atau sebanyak 6 kombinasi. Fungsi heuristic yang digunakan adalah panjang lintasan yang terjadi.






0

28 October, 2017

Menu Garis dengan Java Netbeans Menggunakan Library OPEN GL

Tugas Grafik dan peng.Citra

Nama : Muhammad Mirza Azib

NPM  : 14115699

Kelas :  3KA31

Pada postingan kali ini saya akan membuat program menu garis horizontal, Vertikal, dan Diagonal menggunakan java netbeans dan menggunakan library open gl untuk library open gl nya sendiri dapat di download :

Library Open GL  :  Di sini

Java Netbeans       : Di sini

Tugas Grafik dan Pengolahan Citra  :  Tugas.PDF

Source Code : Project Code

>>>>> Terimakasih <<<<<

0

19 October, 2017

PEAS (Perfomance measure, Environtment, Actuators, Sensors)

PEAS (Perfomance measure, Environtment, Actuators, Sensors)


Perfomance Measure

Perfomance Measure atau tujuan dari alat ini adalah:
–          Mengenali peralatan dan bahan –bahan sesuai menu.
–          Memasak makanan sesuai menu dengan benar.
–          Dapat memberikan peringatan ketika terdapat kesalahan pada peralatan atau bahan-bahan
–          Meminimalkan waktu dan tenaga user.

Environment (Lingkungan)

Lingkungan dari agent ini adalah: Peralatan masak, dan bahan-bahan untuk memasak

Actuators

Actuators merupakan aktivitas yang dilakukan oleh agen tersebut. Actuators dari koki cerdas ini adalah:
–          Mengambil peralatan dan bahan-bahan untuk memasak
–          Membersihkan bahan-bahan sebelum digunakan
–          Memasak makanan sesuai menu yang dipilih
–          Menyajikan makanan yang telah jadi.

Sensor

Sensor yang digunakan Koki Cerdas ini adalah sensor bentuk, jadi agent dapat mengenali peralatan serta bahan-bahan apa saja yang digunakan untuk memasak.
Selain itu terdapat sensor letak, Jadi agen dapat meletakkan peralatan serta bahan-bahan untuk memasak dengan benar dan juga menyajikan hasilnya pada tempat yang benar.

Contoh :


Sebuah agent taksi otomatis yang menerima penumpang dan mengantarkannya ke tujuan :

Performance measure: sampai tujuan, tidak melanggar aturan lalu lintas, perjalanan nyaman, hemat bensin 
Environment: jalan, lalu lintas, pejalan kaki, pelanggan
Actuators: arah stir, gas, rem, klakson, sinyal kiri atau kanan 
Sensors: video, speedometer, GPS, keyboard

sumber :

0

Definisi, Konsep dan Contoh Agents

Pengertian AGENT dan Lingkungannya

Agents adalah segala sesuatu yang dapat melihat/ mengartikan/ mengetahui (perceiving) linkungannya melalui alat sensor (sensors) dan bertindak (acting) melalui alat aktuator (actuators).

  • Manusia sebagai agent : mata, telinga dan organ lainnya sebagai sensors: tangan, kaki, mulut dan bagian tubuh lainnya sebagai actuators.
  • Robot sebagai agent : kamera dan pejejak infra merah sebagai sensors; berbagai motor pengerak sebagai actuators.
  • Software sebagai agent : tekanan pada keyboard, isi file dan paket-paket pada jaringan sebagai masukan sensors; tampilan pada layar, penulisan file dan pengiriman paket jaringan sebagai keluaran actuators.

Konsep Rasionalitas

Rational agent: suatu agent yang selalu bertindak memaksimalkan ukuran kinerja, mengingat apa yang ia amati tentang lingkungan (sejarah input) dan pengetahuan lain yang dimilikinya.

Rational tidak berarti sempurna: ada aspek lingkungan yang tidak diketahui, di luar kendali.

• Apakah sesuatu yang benar ?
– Agent yang paling sukses/ berhasil
– Mengukur kesuksesan/ keberhasilan

• Pengukur kemampuan haruslah objektif (contoh : Vacuumcleaner
world)
– Jumlah debu yang dapat dibersihkan pada waktu tertentu
– Seberapa bersih lantai
– Besarnya konsumsi listrik
– Besarnya noise yang dihasilkan

Rasional tergantung pada 4 hal :
– Kemampuan yang terukur,
– Pengetahuan lingkungan sebelumnya/ terdahulu,
– Tindakan,
– Urutan persepsi (sensors).

Tipe Agent

  • Simple Reflex Agents

menunjukkan bagaimana aturan condition action memungkinkan agen untuk membuat sambungan dari persepsi untuk bertindak.
  • Model Based Reflex Agent

Model ini lebih kuat daripada simple reflex agent karenamodel based reflex agent harus menjaga semacam internal model
  • Goal-Based Agents

memungkinkan agen cara untuk memilih di antara beberapa kemungkinan, memilih satu yang mencapai negara tujuan.
  • Utility-Based Agents

Pada agen refleks berbasis kegunaan ini memikirkan kondisi yang bagus untuk agen sehingga agen dapat melakukan tugasnya jauh lebih baik.



Contoh Agents ( KOKI CERDAS )

     Koki Cerdas ini merupakan suatu robot yang dapat memasak makanan secara otomatis. Cara kerja alat ini adalah manusia dapat memilih menu serta porsi makanan yang disediakan robot tersebut, kemudian memasukkan bahan – bahan yang diperlukan.  Robot kemudian akan menerjemahkannya dan mengambil peralatan serta bahan-bahan dari tempat yang telah disediakan sebelumnya. Peralatan memasak berupa kompor bertenaga baterai (tanpa api), panci, wajan, dsb.  Jika bahan-bahan tidak mencukupi atau terdapat peralatan yang tidak layak pakai maupun rusak, maka robot akan mengirimkan peringatan kepada user.

     Alat ini sangat efektif untuk memudahkan pekerjaan manusia.Jika sedang lapar tapi malas memasak, robot ini dapat digunakan. Ibu-ibu yang sibuk dan tidak punya banyak waktu dapat menggunakan alat ini untuk menyiapkan masakan keluarganya. Yang diperlukan user adalah menempatkan peralatan serta bahan-bahan untuk memasak dengan benar.

     Koki cerdas ini merupakan tipe agen Goal – based agent  karena didesain untuk bekerja sesuai target yang telah ditentukan sebelumnya, yaitu memasak makanan. Selain itu, karena agen tersebut akan belajar dari informasi baru apabila terdapat menu masakan baru yang akan dimasukkan. Agen akan mempelajari informasi baru tersebut hingga kemudian dapat dijalankan olehnya.


sumber :






0

22 September, 2017

Tek. Sistem Cerdas Tulisan 1


Sejarah dan Definisi Artifical Intelegence (AI)


Sejarah (AI)

    Kecerdasan Buatan (artificial intelligence) merupakan inovasi baru di
bidang ilmu pengetahuan. Mulai ada sejak muncul komputer modern, yakni pada
1940 dan 1950. Kemampuan mesin elektronika baru menyimpan sejumlah besar
info, memproses dengan kecepatan sangat tinggi menandingi kemampuan
manusia dan dapat menirukan fungsi otak manusia, seperti
pengertian bahasa, pengetahuan, pemikiran, pemecahan, dan masalah.

    Pentingnya kecerdasan buatan menjadi nyata bagi negara-negara yang
berperan sejak tahun 1970. Jepang adalah yang pertama kalimelakukan itu. Negara ini mengembangkan program yang sangat berambisi dalam\penelitian kecerdasan buatan sebenarnya sudah mulai diselidiki pada 1930-an dan 1940-an.Pada saat itu, banyak cendekiawan mengembangkan ide-ide baru mengenaikomputasi.
Logika matematika menjadi bidang aktif dari penyelidikan kecerdasan
buatan, karena sistem logika deduktif telah berhasil diimplementasikan dalam
program-program komputer.


    Pada awalnya, kecerdasan buatan hanya ada di universitas-universitas dan
laboratorium penelitian, serta hanya sedikit produk yang dihasilkan dan
dikembangkan. Menjelang akhir 1970-an dan 1980-an, mulai dikembangkan
secara penuh dan hasilnya berangsur-angsur dipublikasikan di khalayak umum.
Program kecerdasan buatan lebih sederhana dalam pengoperasiannya,
sehingga banyak membantu pemakai. Program konvensional dijalankan secara
prosedural dan kaku, rangkaian tahap solusinya sudah didefinisikan secara tepat
oleh pemrogramnya.


Pengertian (AI) 


    Artificial intelligence merupakan suatu sistem yang membuat mesin secerdas manusia. Untuk itu, sistem ini harus berpedoman pada sistem kognisi manusia, yaitu cara berfikir manusia, cara manusia bernalar, mengenali suatu stimulus, memecahkan masalah, mengingat, dan mengambil keputusan serta merespon dan bertindak. Dengan demikian para peneliti ilmu ini dapat membuat suatu sistem, aplikasi, atau program yang dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan manusia dengan lebih baik, menggunakan perangkat mesin yang canggih untuk mempermudah pekerjaan manusia dikehidupan nyata.



Kecerdasan buatan dilihat dari berbagai sudut pandang adalah sebagai berikut:


  1.       Sudut pandang Kecerdasan (Intelligence)
  2.       Sudut pandang Penelitian
  3.        Sudut pandang Bisnis
  4.       Sudut pandang Pemrograman (Programming)


Lingkup Utama Artificial Intelligence


  1. Sistem Pakar (Expert System) = Komputer memiliki keahlian menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki pakar.
  2. Pengolahan bahasa alami (Natural Language Processing) = User dapat berkomunikasi dengan computer menggunakan bahasa seharihari
  3. Pengenalan ucapan (Speech recognition) = Manusia dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan suara.
  4. Robotika dan sistem sensor = Dikategorikan ke dalam suatu sistem yang luas yang disebut sistem robotika
  5. Computer Vision = Menginterpretasikan gambar atau objek tampak melalui komputer.
  6. Intelligent Computer Aided Instruction = Komputer dapat digunakan sebagai tutor yang dapat melatih dan mengajar.
  7. Game Playing = Permainan dilakukan dengan menggunakan sekumpulan aturan, pencarian ruang



Contoh Artifical Intelegence (AI)


Moodle (Aplikasi E-Learning)

    Moodle adalah sebuah nama untuk sebuah program aplikasi yang dapat merubah sebuah media pembelajaran kedalam bentuk web. Aplikasi ini memungkinkan siswa untuk masuk kedalam “ruang kelas” digital untuk mengakses materi-materi pembelajaran. Dengan menggunakan Moodle, kita dapat membuat materi pembelajaran, kuis, jurnal elektronik dan lain-lain. Moodle itu sendiri adalah singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment.
Sistem yang dibutuhkan agar aplikasi Moodle ini dapat berjalan dengan baik adalah sebagai berikut:
  • Apache Web Server
  • PHP
  • Database MySQL atau PostgreSQL


    Berbagai bentuk materi pembelajaran dapat dimasukkan dalam aplikasi Moodle ini. Berbagai sumber (resource) dapat ditempelkan sebagai materi pembelajaran. Nasakah tulisan yang ditulis dari aplikasi pengolah kata Microsoft Word, materi presentasi yang berasal dari Microsoft Power Point, Animasi Flash dan bahkan materi dalam format audio dan video dapat ditempelkan sebagai materi pembelajaran.

Berikut ini beberapa aktivitas pembelajaran yang didukung oleh Moodle adalah sebagai berikut:

  1. Assignment : Fasilitas ini digunakan untuk memberikan penugasan kepada peserta pembelajaran secara online. Peserta pembelajaran dapat mengakses materi tugas dan mengumpulkan hasil tugas mereka dengan mengirimkan file hasil pekerjaan mereka.
  2. Chat : Fasilitas ini digunakan untuk melakukan proses chatting (percakapan online). Antara pengajar dan peserta pembelajaran dapat melakukan dialog teks secara online.
  3. Forum : Sebuah forum diskusi secara online dapat diciptakan dalam membahas suatu materi pembelajaran. Antara pengajar dan peserta pembelajaran dapat membahas topik-topik belajar dalam suatu forum diskusi.
  4. Kuis : Dengan fasilitas ini memungkinkan untuk dilakukan ujian ataupun test secara online.
  5. Survey : Fasilitas ini digunakan untuk melakukan jajak pendapat.
      Moodle mendukung pendistribusian paket pembelajaran dalam format SCORM (Shareble Content Object Reference Model) adalah standard pendistribusian paket pembelajaran elektronik yang dapat digunakan untuk menampung berbagai macam format materi pembelajaran, baik dalam bentuk teks, animasi, audio dan video. Dengan demikian maka antar lembaga pendidikan, sekolah ataupun kampus dapat saling bertukar materi e-learning untuk saling mendukung materi pembelajaran elektronik ini



0

12 June, 2017

Softskill 3 Manaj. Layanan Sistem Informasi Tugas 3

PERJANJIAN TINGKAT LAYANAN (SERVICE LEVEL AGREEMENT/ SLA)


Definisi

Perjanjian Tingkat Layanan (SLA) adalah bagian dari perjanjian layanan secara keseluruhan antara 2 dua entitas untuk peningkatan kinerja atau waktu pengiriman harus di perbaiki selama masa kontrak. Dua entitas tersebut biasanya dikenal sebagai penyedia layanan dan klien, dan dapat melibatkan perjanjian secara hukum karena melibatkan uang, atau kontrak lebih informal antara unit-unit bisnis internal.


SLA ini biasanya terdiri dari beberapa bagian yang mendefinisikan tanggung jawab berbagai pihak, dimana layanan tersebut bekerja dan memberikan garansi, dimana jaminan tersebut bagian dari SLA memilikitingkat harapan yang disepakati, tetapi dalam SLA mungkin terdapat tingkat ketersediaan, kemudahan layanan, kinerja, operasi atau tingkat spesifikasi untuk layanan itu sendiri. Selain itu, Perjanjian Tingkat Layanan akan menentukan target yang ideal, serta minimum yang dapat diterima. 

Aplikasi Bisnis

Dengan mengetahui hal itu, diharapkan tingkat pelayanan dan juga tingkat minimum, pelanggan dapat menggunakan layanan dengan maksimal. Hal ini juga sangat membantu jika klien adalah perantara, yang menjual kembali atau bundling dengan pelayanan yang lebih besar yang sedang dijual.

Ide menciptakan sebuah layanan yang lebih besar dari layanan yang lebih kecil hampir membutuhkan SLA dari penyedia jasa. Misalnya, untuk memiliki cakupan ponsel nasional, Anda tidak perlu untuk membangun menara dan antena di seluruh kota. Sebaliknya, Anda bisa menemukan perusahaan lokal dan daerah yang menawarkan layanan yang sama.


Kekhawatiran

Dengan efisiensi datang kemungkinan korupsi. Bila menggunakan cita-cita yang ditetapkan dalam manajemen layanan TI, menerapkan metrik untuk proses dan menjamin waktu pengiriman sangat baik untuk manajemen produk manufaktur. Tetapi ketika Anda menerapkan metodologi ini ke call center, pengkodean, atau sistem desain, kehandalan dan kreativitas menghilang dan untuk kembali dalam rangka memenuhi SLA, sehingga perusahaan tidak lagi memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan pada akhirnya.



Rincian Teknis

Penggunaan SLA telah menyebar luas dengan penggunaan layanan manajemen TI dasar seperti SMF atau ITIL. Penggunaan umum dalam manajemen layanan TI adalah sebagai call center. Pengukuran dalam kasus-kasus ini biasanya diidentifikasi sebagai:

  • ABA (Abandonment Average) : Sebuah persentase panggilan masuk, dimana panggilan lain di tahan, dan menjawab panggilan masuk yang lainnya

  • ASA (Average Speed to Answer) : Rata-rata jumlah detik yang diperlukan untuk panggilan yang harus dijawab oleh pusat layanan.

  • TSF (Time Service Factor) : Sebuah persentase panggilan dijawab dalam batas waktu tertentu, sebuah contoh yang baik adalah mengatakan 80% dalam 20 detik.

  • FCR (First Call Resolution) : Sebuah persentase panggilan masuk yang dapat diselesaikan/ dipecahkan tanpa harus menelpon pelanggan kembali atau pelanggan tidak perlu menelapon kembali untuk menyelesaikan kasus ini.

  • TAT (Turn Around Time) : Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu.

Hasil ini dicatat dan dimonitor untuk memberikan masukan kepada manajemen untuk efisiensi dan kegunaan dari personil call center dan untuk membantu mengindikasikan di mana pelatihan atau sumber daya yang lebih diperlukan.



Contoh Studi Kasus SLA pada perusahaan Jakartawebhosting.com

Service Level Agreement (SLA) / (“Kesepakatan”) perusahaan
Jakartawebhosting.com ini adalah kontrak antara individu atau kesatuan yang menggunakan layanan perusahaan (“Pelanggan”) dan Jakartawebhosting.com (“Perusahaan”) dan berlaku untuk semua Pelanggan yang menggunakan jasa dan layanan dari Perusahaan. Pelanggan harus membaca, menyetujui dan menerima semua syarat dan ketentuan yang terlampir dalam Kesepakatan ini. Perusahaan dapat mengubah Kesepakatan ini setiap saat dengan posting versi revisi disitus resminya.

     1.    Layanan
Untuk kegunaan dari Kesepakatan ini, layanan yang akan disediakan oleh
perusahaan (“Layanan”) adalah layanan yang diminta / diharapkan Pelanggan untuk disediakan oleh Perusahaan and di mana Pelanggan setuju untuk membayar berdasarkan apa yang telah dipilih / klik melalui pilihan yang ada pada website Perusahaan.

     2.    Technical Support / Dukungan Teknis
Perusahaan menyediakan dukungan teknis kepada Pelanggan dalam setup akun Pelanggan pada satu atau lebih dari satu produk dan jasa, situs dan masalah situs lainnya yang terkait dengan masalah teknis secara gratis.

     3.    Penagihan dan pertanyaan akun lain yang terkait
Semua pertanyaan tentang penagihan Perusahaan untuk jasa terkait harus dikirim melalui tiket area pelanggan pada akun yang terkait.

     4.    Peningkatan / Escalation
           Jika Pelanggan tidak puas dengan Layanan Perusahaan atau jika Pelanggan tidak                dapat mengatasi masalah teknis dalam ketentuan yang diuraikan dalam Perjanjian                ini,

     5.    Sarana Penunjang Online, Control Panel, and Manajemen Server
Pelanggan disediakan fasilitas online tertentu, dan Perusahaan mengharapkan Pelanggan menggunakan sarana-sarana penunjang yang telah disediakan untuk kepentingan dan keperluan masing-masing. Sarana-sarana penunjang ini termasuk penjelasan dan dokumentasinya tersedia pada artikel knowledge base yang ada di area pelanggan.

     6.    Ketersediaan dan Kinerja Server

           Application (Web) Server

           Mail Server
           Ketersediaan Jaringan / Koneksi
           Pemeliharaan / Maintenance Terjadwal
           Penalti Apabila Tidak Memenuhi Syarat

     7.    Kapasitas Penyimpanan Server
Setiap akun yang dialokasikan kapasitas penyimpanan pada server Perusahaan sesuai dengan paket atau opsi yang dipilih oleh Pelanggan. Kapasitas penyimpanan dapat ditingkatkan melalui fitur-fitur add-on dengan biaya tambahan sampai dengan jumlah maksimal yang diperbolehkan untuk setiap paket atau jasa, seperti yang dijelaskan pada situs Perusahaan.






0

17 May, 2017

Softskill 2 Manaj. Layanan Sistem Informasi

Membandingkan 3 Framework pada Manaj. Layanan Sistem Informasi 


1. COBIT (Control Objective for Information and related Technology)

COBIT menyediakan kebijakan yang jelas dan good practice untuk IT governance, 
membantu manajemen senior dalam memahami dan mengelola resiko-resiko yang berhubungan dengan IT. COBIT menyediakan kerangka IT governance dan petunjuk control objective yang detail untuk manajemen, pemilik proses bisnis, user dan auditor.

Cobit memiliki 4 cakupan proses :

  • Perencanaan dan organisasi (plan and organise).
  • Pengadaan dan implementasi (acquire and implement).
  • Pengantaran dan dukungan (deliver and support).
  • Pengawasan dan evaluasi (monitor and evaluate)
Kerangka kerja COBIT :


Kelebihan COBIT :
  • Efektif dan Efisien
  • Berhubungan dengan informasi yang relevan dan berkenaan dengan proses bisnis, dan sebaik mungkin informasi dikirim tepat waktu, benar, konsisten, dan berguna.
  • Rahasia
  • Proteksi terhadap informasi yang sensitif dari akses yang tidak bertanggung jawab.
  • Integritas
  • Berhubungan dengan ketepatan dan kelengkapan dari sebuah informasi. 
  • Ketersediaan
  • Berhubungan dengan tersedianya informasi ketika dibutuhkan oleh proses bisnis sekarang dan masa depan.
  • Kepatuhan Nyata
  • Berhubungan dengan penyediaan informasi yang sesuai untuk manajemen.

Kelemahan COBIT :
  • COBIT hanya memberikan panduan kendali dan tidak memberikan panduan implementasi operasional.  Dalam memenuhi kebutuhan COBIT dalam lingkungan operasional, maka perlu diadopsi berbagai framework tata kelola operasional seperti ITIL (The Information Technology Infrastructure Library) yang merupakan sebuah kerangka pengelolaan layanan TI yang terbagi ke dalam proses dan fungsi.
  • Kerumitan penerapan.  Apakah semua control objective dan detailed control objective harus diadopsi, ataukah hanya sebagian saja? Bagaimana memilihnya?
  • COBIT hanya berfokus pada kendali dan pengukuran.
  • COBIT kurang dalam memberikan panduan keamanan namun memberikan wawasan umum atas proses TI pada organisasi daripada ITIL

2. ITIL (Information Technology Infrastructure Library)

Merupakan sebuah konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi. ITIL menekankan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi dibagi menjadi 5 bagian :


Service Strategy
     Memberikan panduan kepada pengimpelemntasi bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan IT), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan.

Service Design
     Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. 

Service Transition
     Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang diubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. 

Service Operation
     Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI.

Continual Service Improvement
     Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya.

Kelebihan ITIL  : 
  • Memberi deskripsi rinci sejumlah praktik penting TI dan menyediakan daftar komprehensif tugas dan prosedur yang didalamnya setiap organisasi dapat menyesuaikan dengan kebutuhannya sendiri.
  • ITIL bukan merupakan standard yang memberikan prescription tetapi lebih kepada merekomendasikan, oleh karena itu implementasi antara satu organisasi dengan organisasi lain dapat dipastikan terdapat perbedaan. Dengan demikian kita tidak bisa membandingkan / melakukan benchmark secara pasti

Kelemahan ITIL  :
  • Kelemahan ITIL antara lain: buku-buku ITIL sulit terjangkau bagi pengguna non komersial, ITIL bersifat holistic yang mencakup semua kerangka kerja untuk tatakelola TI, pelaksanaan pedoman dalam buku ITIL memerlukan pelatihan khusus dan biaya pelatihan atau sertifikasi ITIL terlalu tinggi.

3. Six Sigma

Six Sigma disebut strategi karena terfokus pada peningkatan kepuasan pelanggan, disebut disiplin ilmu karena mengikuti model formal,yaitu DMAIC ( Define, Measure, Analyze, Improve, Control ). Kesuksesan peningkatan kualitas dan kinerja bisnis, tergantung dari kemampuan untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah. Kemampuan ini adalah hal fundamental dalam filosofi six sigma.


Define.
Define adalah fase menentukan masalah, menetapkan persyaratan-persyaratan pelanggan, dan membangun tim.

Measure.
Measure adalah fase mengukur tingkat kinerja saat ini, sebelum mengukur tingkat kinerja biasanya terlebih dahulu melakukan analisis terhadap sistem pengukuran yang digunakan.

Analyze.
Fase analisis (analyze) merupakan fase mencari dan menentukan akar atau penyebab dari suatu masalah.

Improve.
Pengembangan (Improve) adalah fase meningkatkan proses dan menghilangkan sebab-sebab cacat.

Control.
Pengendalian (Control) adalah fase mengendalikan kinerja proses (x) dan menjamin cacat tidak muncul kembali.

Kelebihan Six Sigma :
  • Six Sigma dapat diterapkan di bidang usaha apa aja mulai dari rencana  strategi sampai operasional hingga pelayanan pelanggan dilakukan secara maksimal
  • Six Sigma sangat berpotensi dalam bidang jasa atau non manufaktur, misalnya seperti bidang manajemen, keuangan, pelayanan pelanggan, pemasaran, teknologi informasi dan sebagainya.
  • Dengan Six Sigma dapat lebih memahami sistem dan dapat memonitor dimana letak kesalahannya.
  • Six Sigma sifatnya tidak statis. Bila kebutuhan pelanggan berubah, kinerja sigma juga akan berubah.

Kelemahan Six Sigma :
  • Membutuhkan biaya yang besar dan hanya perusahaan besar saja yang mampu membiayai program Six Sigma ini




0